Minggu, 16 Mei 2010

Lokasi Wisata di Kota Cirebon Bagian.2

5. Taman Sari Gua Sunyaragi


Taman Sari Sunyaragi adalah bekas taman sari pesanggrahan Kraton Ksepuhan yang fungsi utamya untuk menyepi. Arti nama sunyaragi sendiri berasal dari kata sunya artinya tempat menyepi dan ragi artinya raga, yang secara keseluruhan diartikan tempat untuk menyepi atau mengasingkan raga. Sebutan Gua dalam hal ini adalah bukan gua sebenarnya namun merupakan gua artificial, yang artinya dibangun dengan gaya arsitektur banyak menyerupai gua dan berhiaskan air. Hal inilah yang menjadi daya tarik dari Tamansari Gua Sunyaragi. Menurut cerita bahwa Taman Sari Gua Sunyaragi didirikan sejak 1448 sebagaimana tertulis (Gajah Derum Tirta Linuwih) yang artinya gajah berarti 8, Derum berarti 4, tirta berarti 4 dan Linuwih berarti 1) atau tahun 1526 oleh Panembahan RAtu Pakungwati I atau PM Muhammad arifin II.

Letak Tamansari Gua Sunyaragi adalah + 4 Km sebelah barat daya dari Kraton Kasepuhan dan + 700 m sebelah barat Terminal Harjamukti Cirebon.

6. Situs Kalijaga


Situs ini terletak di Kelurahan Kalijaga, Harjamukti jaraknya hanya berkisar + 600 m ke arah selatan. Situs ini di sebut juga dengan Taman Kera Kalijaga. KArena disitus ini terdapat banyak sekali kera yang telah beradaptasi dengan pengunjungnya. Menurut cerita orang yang terdahulubahwa kera-kera ini berasal dari jelmaan para pengikut Sunan Kalijaga yang tidak patuh terhadap ajaran Rosulullah. Dan situs ini merupakan petilasan sunan Kalijaga ketika beliau melaksanakan penyebaran agama islam di Cirebon.

7. Vihara dan Kelenteng-Kelenteng


Di Kota Cirebon ada 3 tempat ibadah bagi umat Budha dan Konghucu.Ketiga tempat tersebut dapat bila kita kunjungi merupakan bangunan kuno yang bergaya arsitektur klasikTiongkok

. Ketiga Bangunan Vihara tersebut yaitu :

a. Vihara Dewi Welas Asih (16580 disebut juga Klenteng Tay Kak Sie, letaknya 50m dari Pintu Pelabuhan Muara Jati I

b. Klenteng Talang (1577) disebut juga Klenteng Kongcu Bio (untuk umat Konghucu ) letaknya 200 M dari dari Vihara Dewi Welas Asih ke Arah Barat Daya berada di Jl Talang.

c. Kuil Pemancar Keselamatan (2351 Imlek) disebut jug Klenteng Bun San Tion, letaknya + 150 dari Klenteng Talang kearah Barat daya dan terletak di Jl Kanoman.

8. Bangunan-Bangunan Kolonial Belanda


Kot aCirebon juga kaya akan Bangunan-bangunan Cagar Budaya dari Abad XIX hingga Abad XX. Bila kita melewati Jalan-jalan Utama Kota Cirebon kita dapat mengenang kilas balik Cirebon Tempo Doeloe, serta bisa jug untuk penelitian-penelitian ilmiah terkait. Beberapa Bangunan masa Kolonial tersebut adalah

a. Gedung Balaikota di Jl. Siliwangi atau + 300 m dari stasiun Kejaksaan. Gedung ini didirikan pada tahun 1927dengan arsitekturnya bernama Ir. Jikoot dan relief udang yang melekat pada eksterior depan atas di buat oleh Maas.

b. Stasiun Kereta Api Kejaksaan didirikan pada tahun1912-1914 dengan arsiteknya bernama Ir. Moojen.

c. Bank Indonesia, Dahulu bernama Javasche Bank, didirikan pada tahun 1912 dengan arsitek Cuyppers dan Hulswit.

d. Pabrik Rokok British American Tobacco (BAT), didirikan pada tahun 1924 dengan asitek Cuypers.

e. Gedung Mapolresta didirikan pada tahun 1918, dahulu merupakan rumah sakit Khusus untuk orang-orang pribumi (inlandshe hospital)

f. Gereja St. Yusuf di Jl. Yos Sudarso, didirikan pada tahun 1878 oleh Louis Theodoor Gonsalves, pemilik pabrik gula di pulau jawa dengan arsiteknya bernama Gaunt Slotez.

9. Taman Ade Irma Suryani


Dahulu taman ini bernama Taman Traffic Garden Cirebon, namun sejak tahun 1966 berubah menjadi Taman Ade Irma Suryani Nasution. Taman ini merupakan satu-satunya wahana rekreasi dan taman bermain di Kota cirebon. Letaknya di pantai teluk Cirebon. Sehingga hal tersebut dapat menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Untuk menghibur pengunjungnya setiap hari Libur diselenggarakan pementasan Seni hiburan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar